If it ain’t broke, don’t fix it: Edisi Update BIOS Laptop

Boleh dibilang ini salah satu kelemahan saya: ga bisa diem klo liat ada software update, pengennya selalu update ke versi terbaru (walaupun ga tau apakah bakal bikin masalah atau enggak). Dan akhirnya kemaren saya nekat update BIOS laptop saya.

Harusnya sih BIOS yang lama fine-fine aja. Ga ada masalah tuh. Cuma iseng aja cek di situs lenovo trus ada update-an baru untuk BIOS nya. Tanpa pikir panjang saya langsung donlot dan jalankan aplikasi updater BIOS nya lewat Windows 10.

Awalnya proses update jalan dengan normal, saya merasa yakin seyakin nya klo ga akan ada masalah. Progress nya nunjukin 100% dan bisa boot ke Windows. Di sini saya ga merasa aneh karena saya pikir emang harus boot ke windows. Saya lupa klo bootloader yang kepasang itu GRUB2, jadi harusnya masuk dulu ke GRUB2 baru ke Windows.

Nah ketahuan klo efek update BIOS tadi adalah ngapus GRUB2 dan sisain bootloader Windows nya adalah saat saya mau ngerjain materi pake Android Studio yang ada di Slackware saya. Saya bingung kok GRUB-nya ga muncul, tapi malah langsung melipir ke Windows.

Alamak… Trus gimana dong? Ahkirnya malam minggu saya dihabiskan dengan mencari cara untuk dapat chroot ke slackware trus reinstall grub nya. Kok lama? Ya iya lah, saya fakir benwit di rumah… Hanya sinyal XL aja yg paling bagus di rumah saya. Lumayan stabil untuk koneksi 4G (walau kadang-kadang suka drop). Si Merah kadang ada – kadang tidak (walaupun terbaca 3G). Klo di kampus boleh lah donlot gede-gede, tapi masa harus ke kampus malam-malam?

TL;DR: Saya pake rufus untuk buat USB bootable nya, dan sebagai OS-nya saya pakai slackware (tentu saja, ga ada yg lain). Tapi slackware-nya saya pake yg versi mini aja. Ga kuat donlot yang full. Link untuk donlotnya ada di sini : slackware-current-mini-install.iso. Kemudian jangan lupa set partition scheme nya ke GPT scheme for UEFI. Ini penting karena saya sudah terlanjur pake UEFI.

Untuk cara reinstall-nya, saya ikut langkah di link ini, tapi sebelumnya saya chroot dulu beberapa direktori dan partisi agar lancar

Note:

Partisi root saya ada di /dev/sda6, dan partisi UEFI saya ada di /dev/sda2. Jadi klo beda, cek lagi dimana partisi root dan UEFI nya. Berikut adalah perintah yang saya gunakan untuk reinstall grub di laptop saya dengan menggunakan slackware install yg run dari usb. Begitu boot tinggal enter enter aja dan masukkan user root.

mkdir /media
mount /dev/sda6 /media
mount /dev/sda2 /media/boot/efi
mount --bind /proc /media/proc
mount --bind /sys /media/sys
mount --bind /dev /media/dev
chroot /media
grub-install /dev/sda
grub-mkconfig -o /boot/grub/grub.cfg

Dan akhirnya slackware saya kembali.

 

Iklan

Tentang priyoatmojo

just an ordinary human who is interested with computer, especially with GNU/Linux
Pos ini dipublikasikan di beginner, GNU/LINUX, Slackware. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s