Slackware64 di Lenovo G40

Akhirnya saya kembali lagi nge-blog setelah lama “puasa” nulis di blog. Hehehehe… Kali ini saya post untuk mengulas mesin baru saya, Lenovo G40-70.  Laptop ini menggantikan “soulmate” saya, ACER Aspire 4715z yang rusak, Aspire 4715z sudah menemani perjalanan saya selama hampir 7 tahun (November 2007 – Oktober 2014). Banyak memori yang tersimpan di laptop itu.

Back to new machine….

Laptop Lenovo G40-70 memiliki spesifikasi yang menurut saya pas kalau dilihat dari perbandingan antara fitur yang dimiki dengan harganya. Namun tantangan yang sebenarnya adalah apakah saya bisa menjalakan Slackware Linux di mesin ini.

Kita lihat satu persatu….

Tantangan pertama adalah masalah UEFI. Ya, saya akui saya pernah mencoba meng-install Slackware Linux di laptop Lenovo teman saya Oka Winawa, namun saya gagal. Saat itu saya mencoba meng-install Slackware64 14.1 dengan pengetahuan minim tentang UEFI. Namun akhirnya saya berhasil menginstall di laptop saya (sayangnya karena kebentur waktu, saya ga sempat lagi nyoba install di laptop-nya si Oka, tapi klo ada waktu saya janji akan bantu dia sekaligus ngeracunin pake linux. hehehehe…. ). Tantangan ini saya lewati dengan kondisi dualboot dengan Windows 8.1.

Saya harus men-disable fitur hybrid shutdown dari Windows 8.1 untuk dapat boot ke DVD Slackware64 14.1 yang secara default sudah support boot UEFI. Saya juga harus men-disable fitur secure boot yang ada di setting-an laptop Lenovo. Saya sudah disable fitur ini saat saya menginstall Windows 8.1. Cara yang saya gunakan dalam instalasi Slackware64 14.1 persis mengikuti tutorial yang ada di dalam DVD installer-nya (di repo juga ada, silakan baca file README_UEFI.TXT).

Tantangan ke-dua adalah bagaimana boot setelah instalasi. Pada tahap ini saya menyerah dengan init 4. Setiap Masuk init 4 atau “startx”, maka laptop jadi “black screen”. FYI, init 3 lancar jaya tapi kasian juga laptop ini klo hanya main di init 3. Tampaknya ada ketidaksesuaian antara driver bawaan Slackware 14.1 dengan driver intel+radeon yang ada di mesin ini. Saya putuskan untuk upgrade Slackware 64 14.1 ke Slackware64-current, karena sebelumnya pun saya pakai slackware-current (yang 32-bit). Harapan saya di versi current sudah ada update driver maupun Xorg yang baru.

Yup, benar saja… Slackwarenya bisa masuk init 4 setelah upgrade ke Slackware64-current. Tidak ada settingan yang saya ubah selain setting UEFI-boot-nya ke kernel yang digunakan oleh Slackware64-current. Tidak sia-sia saya sabar menunggu proses download dan upgrade ke Slackware64-current. Hehehehe…

Tantangan berikutnya : wireless tidak aktif, sound ga bunyi dan terkadang laptop menjadi lag. Saya putuskan mencari cara untuk menghilangkan lag-nya terlebih dahulu… Masalah wireless masih bisa saya atasi dengan penggunaan ethernet (kabel) untuk proses update maupun browsing. Sound belakangan aja, toh masih ada smartphone saya untuk dengerin musik.

Tantangan ke-tiga jadinya adalah lag yang tiba-tiba. Laptop ini menggunakan dual vga, intel dan ati; jadi kemungkinan penyebabnya ada di vga. So, saya coba untuk cari solusinya. Akhirnya saya menemukan solusinya di blog-nya om Walesa. Saya ikut langkah demi langkah dan masalah lag nya pun hilang.

Tantangan ke-empat: wireless. Saya bosen juga klo terus-terusan pakai kabel… Masa kemana-mana harus bawa kabel UTP panjang, atau nyari kabel UTP yang ga dipake? Setelah saya cek pakai lspci -v, tampilannya seperti berikut:

02:00.0 Network controller: Realtek Semiconductor Co., Ltd. Device b723
 Subsystem: Lenovo Device b736
 Flags: bus master, fast devsel, latency 0, IRQ 19
 I/O ports at 4000 [size=256]
 Memory at d0500000 (64-bit, non-prefetchable) [size=16K]
 Capabilities: [40] Power Management version 3
 Capabilities: [50] MSI: Enable- Count=1/1 Maskable- 64bit+
 Capabilities: [70] Express Endpoint, MSI 00
 Capabilities: [100] Advanced Error Reporting
 Capabilities: [140] Device Serial Number 00-23-b7-fe-ff-4c-e0-00
 Capabilities: [150] Latency Tolerance Reporting
 Capabilities: [158] #1e
 Kernel modules: rtl8723be

Dari hasil perintah itu diketahui kalau kernel module yang digunakan adalah rtl8723be. Saya cek ke Linux Wireless, ternyata module tersebut baru di-support di kernel 3.15+. Daripada saya meng-compile kernel secara keseluruhan, mending saya compile wireless module saja… Saya ambil source backports (dulunya adalah compat-wireless) versi 3.16.2 lalu saya compile dengan script SlackBuild yang saya buat.

Instalasi lancar, wifi akhirnya menampakkan tanda-tanda kehidupan. Eh… ternyata setelah install backports, muncul masalah baru…. Wireless memang terdeteksi, namun beberapa saat tidak bisa terhubung dengan Access Point manapun. Baik menggunakan networkmanager maupun manual dari konsole pun bermasalah dengan timeout. Berarti ada yang kurang. Ternyata masalah ini ada juga yang bahas di forum ubuntu. Solusinya adalah dengan menambah sebuah file konfigurasi di /etc/modprobe.d dengan nama rtl8723be.conf lalu isinya adalah “options rtl8723be fwlps=N ips=N”. Atau dengan command line bisa dijalankan dengan perintah:

echo "options rtl8723be fwlps=N ips=N" | sudo tee /etc/modprobe.d/rtl8723be.conf

Wireless beres… Sekarang masalah sound!

Tantangan ke-lima Sound. Ya maklumlah… klo lagi badmood, hiburan yang dicari ya musik. Dari hasil sintaks “aplay -l” didapat hasil seperti berikut:

card 0: HDMI [HDA Intel HDMI], device 3: HDMI 0 [HDMI 0]
 Subdevices: 1/1
 Subdevice #0: subdevice #0
card 0: HDMI [HDA Intel HDMI], device 7: HDMI 1 [HDMI 1]
 Subdevices: 1/1
 Subdevice #0: subdevice #0
card 0: HDMI [HDA Intel HDMI], device 8: HDMI 2 [HDMI 2]
 Subdevices: 1/1
 Subdevice #0: subdevice #0
card 1: PCH [HDA Intel PCH], device 0: CX20751/2 Analog [CX20751/2 Analog]
 Subdevices: 1/1
 Subdevice #0: subdevice #0

Kembali saya googling untuk mencari informasi mengenai soundcard. Kali ini saya dapatkan di situs dokumentasinya slackware. Caranya ternyata cukup mudah, hanya menjalankan perintah berikut:

echo "options snd-hda-intel model=auto" > /etc/modprobe.d/snd-hda-intel.conf

Apabila masih belum keluar suara, mungkin bisa diganti di settingan kmix-nya dengan memilih “HDA Intel PCH” di Master Channel pada aplikasi kmix.

Konfigurasi Master Cannel HDA Intel PCH pada kmix

Konfigurasi Master Cannel HDA Intel PCH pada kmix

[Update 17 Januari 2016]

Dengan penambahan PulseAudio ke branch -current, ternyata opsi tambahan untuk sound membuat beberapa file audio tidak menghasilkan suara saat di-play, maka opsi tambahan tersebut dihilangkan dan hasilnya file audio tersebut dapat berjalan dengan baik.

Ternyata masalah sound masih muncul saat saya menonton video youtube… Youtube nya menjadi bisu alias tidak ada tanda-tanda suara dari video tersebut muncul, padahal jika mem-play video di VLC/Xine/MPlayer suaranya ada. Usut punya usut, ternyata harus ditambahkan beberapa baris lagi di file /etc/modprobe.d/snd-hda-intel.conf agar seperti berikut:

options snd-hda-intel model=auto
alias char-major-116 snd
alias snd-card-0 snd-hda-intel
alias snd-card-1 snd-hda-intel
options snd-hda-intel id=Generic_1 index=0
options snd-hda-intel id=Generic index=1

Sementara cukup dulu… Entar klo ada yang belum beres, akan saya update di posting berikutnya.

Iklan

Tentang priyoatmojo

just an ordinary human who is interested with computer, especially with GNU/Linux
Pos ini dipublikasikan di GNU/LINUX, Slackware dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

21 Balasan ke Slackware64 di Lenovo G40

  1. okawisnawa berkata:

    Kak Yo……. 😀
    makasih banyak ulasannya… 😀
    nanti pasti tak coba tutorialnya.. semoga bisa berhasil juga \(^ ^)/

  2. hahn berkata:

    pak, kalau boot dari usb gimana caranya ya?>
    mau instal blankon tapi usb ga kedetek sama bios 😦
    terima kasih

  3. Ping balik: Memasang Linux di UEFI: capek | Cacatan Kecil

  4. imron berkata:

    gan… emng lenovo G40 lemot abis ya,,, saya buka internet lemot bangetz, solusinya gmna

    • priyoatmojo berkata:

      lemot gimana gan? klo laptop saya biasa2 aja. agan OS-nya apa? Klo Windows, coba update ke driver terbaru yg ada di situs resmi lenovo-nya. Klo linux, coba update linux nya gan.

  5. imron berkata:

    G40 AMD E1

    • priyoatmojo berkata:

      itu seri-nya beda gan dengan seri yang saya punya… klo ga salah itu yang pakai prosessor AMD E1-6010? klo memang itu laptop yg agan maksud, mungkin ada beberapa solusi yang bisa saya sarankan:
      1. ganti ke laptop dengan spek yg lebih tinggi. serius ini gan, dengan spek seperti itu sangat ga disarankan untuk mejalankan aplikasi yg “rakus” sumber daya, seperti game 3D atau editing video/gambar.
      2. ubah kegunaan laptopnya. klo untuk office productivity, untuk menonton video dan dengerin musik, untuk internetan, mungkin masih cukup. Tapi klo untuk main game, saya rasa bukan pilihan yang baik.
      3. ganti OS ke yang lebih ringan (misal klo pake linux, ya cari yang DE nya pake xfce. klo pake windows mungkin bisa di-tweak windowsnya pake tools semacan tune-up utility).
      4. tambah RAM, meski ga berpengaruh banyak, karena ini tergantung dari program apa saja yang diinstall di laptopnya.
      5. hapus program-program yang ga perlu. Beberapa program biasanya ikut berjalan saat laptop dihidupkan jadi lebih baik selektif dalam meng-install program yang benar-benar diperlukan, bisa juga pake program tweak yg dapat mengefisienkan penggunaan memory OS.

  6. imron berkata:

    terima ksih atas infonya, sangat bermanfaat bgtz gan. paling nanti tuker tambah aje dech 😛

  7. Muhsi berkata:

    wah…. saya baru semalam install slackware di lenovo G460,
    masalah yg muncul
    -wireless nggak bisa koneksi apa2 😦
    -partisi ntfs g bisa di mount, padahal waktu baru nginstall, udah dibikin /dev/data

    • Muhsi berkata:

      dan ini hasi ketika saya mengetikkan lspci -v
      06:00.0 Ethernet controller: Realtek Semiconductor Co., Ltd. RTL8101E/RTL8102E PCI Express Fast Ethernet controller (rev 02)
      Subsystem: Lenovo Device 392e
      Flags: bus master, fast devsel, latency 0, IRQ 41
      I/O ports at 2000 [size=256]
      Memory at d2410000 (64-bit, prefetchable) [size=4K]
      Memory at d2400000 (64-bit, prefetchable) [size=64K]
      Expansion ROM at d2420000 [disabled] [size=128K]
      Capabilities: [40] Power Management version 3
      Capabilities: [50] MSI: Enable+ Count=1/1 Maskable- 64bit+
      Capabilities: [70] Express Endpoint, MSI 01
      Capabilities: [ac] MSI-X: Enable- Count=2 Masked-
      Capabilities: [cc] Vital Product Data
      Capabilities: [100] Advanced Error Reporting
      Capabilities: [140] Virtual Channel
      Capabilities: [160] Device Serial Number 01-00-00-00-00-00-00-00
      Kernel driver in use: r8169
      Kernel modules: r8169

      padahal kernel modules dg kernel in use versi yg digunakan sudah sama

      • priyoatmojo berkata:

        maaf pak/mas, klo saya search di internet, r8169 itu untuk ethernet/LAN. Mungkin coba dipastikan kembali chipset wi-fi yg dipakai oleh laptopnya.

        mungkin bapak/mas bisa pakai cara saya, yaitu langsung upgrade ke versi -current saja. Karena changelog terakhir dari versi -current sudah jauh lebih up-to-date dibanding versi -stable, siapa tau dengan kernel dan driver dari versi -current, laptop bapak/mas bisa bekerja dengan baik dan semua hardwarenya dikenali dan berfungsi dengan baik.

        semoga membantu 🙂

    • priyoatmojo berkata:

      wirelessnya pake chipset apa pak? setahu saya, klo beda seri, ya sudah pasti beda chipset. dan pastinya beda cara penanganannya 🙂
      ntfs ga bisa di-mount? klo boleh tau errornya apa? klo menurut pengalaman saya, partisi ntfs ga bisa di-mount cuma ada 4 penyebabnya.

      1. package ntfs-3g nya belum diinstal, coba cek kembali di slackpkg
      2. user biasa tidak diberikan akses untuk mount partisi windows. klo yg ini coba cek kembali file /etc/fstab
      3. windowsnya dalam keadaan hibernate/suspend. ini terjadi klo dual boot dengan windows 8 ke atas. coba pastikan windowsnya sudah benar-benar shutdown sebelum boot ke linux
      4. hardware hdd nya yg rusak

      jadi tolong dipastikan kembali errornya. karena dari pesan error itu kita tau penyebabnya.

      • Muhsi berkata:

        untuk partisi yg g bsa di mount, karena g ada foldernya di folder /dev
        jdi fstab punya sya di format
        /dev/sda2 /dev/dataC ntfs-3g force 0 0

        setelah bikin folder dataC di folder /dev, ahirnya partisi bisa di mount,
        tapi kalo diboot ulang, folder bikinan sendiri yg ada /dev malah hilang, padahal saya buatnya pakai root (saya belum bikin adduser, jadi saya pikir masih pakai root)

        pertanyaannya, kenapa kok ilang sendiri, gtu mas

      • priyoatmojo berkata:

        cmiiw, klo isi /dev itu bukannya didetek sendiri oleh os ya? klo misalnya hdd nya ada di /dev/sda, harusnya semua partisinya terdeteksi.
        Bapak/Mas pake MBR atau GPT ? coba cek pake fdisk -l atau pakai cgdisk /dev/sda

      • Muhsi berkata:

        udah bisa mas, ternyata kalo taruh d /dev, langsung terhapus kalo reboot, jadi di taurh di /mnt 🙂

      • priyoatmojo berkata:

        sip… semangat pak/mas…. saya mount partisi data saya di /media

  8. Muhsi berkata:

    jadi kalo mw ke versi current, harus pakai cara upgrade y?
    apa nggak ada versi ISO yg current?
    saya cari2 nggk nemu ISOnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s